Updated : Mar 09, 2022 in Informasi

Dana Darurat Sebaiknya Disimpan Di Mana? Ini Panduannya

Sejak awal tahun 2020 lalu, Indonesia mengalami keadaan ekonomi yang tak pasti karena pandemi. Hal tersebut menumbuhkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menyimpan dana darurat. 

Tidak heran jika banyak juga yang mengandalkan pinjaman tunai untuk kebutuhan darurat seperti pendidikan hingga kesehatan.

Namun, sayangnya sebagian besar orang belum tahu tentang definisi dana darurat dan bagaimana cara menyimpannya.

Nah, berikut ini beberapa pemaparan singkat pengertian dana darurat serta cara penyimpanannya yang aman.

Apa itu Dana Darurat?

Dana darurat adalah uang yang sengaja ditabung sebagai cadangan atau lebih tepatnya untuk mengantisipasi pengeluaran yang tak terduga di masa mendatang untuk periode tertentu.

Contohnya, tiba-tiba kamu atau keluarga tiba-tiba sakit dan harus berobat ke rumah sakit. Di situ kamu bisa menggunakan dana yang terkumpul untuk kebutuhan berobat di rumah sakit.

Seperti yang kita ketahui di dalam kehidupan itu penuh akan resiko. Jadi menabung untuk dana darurat sebaiknya menjadi prioritas yang penting. 

Dana darurat itu ibarat ban serep kendaraan. Ada saat dibutuhkan yaitu ketika salah satu ban lain mengalami kempes atau pecah ban. Agar perjalanan bisa terus berlanjut, ban serep bisa digunakan. Begitulah juga dengan fungsi dana darurat. Saat ada kejadian tidak terduga, kita tetap bisa melanjutkan kehidupan. 

4 Cara Menyimpan Dana Darurat Secara Efisien

Kamu bisa menyimpan dana tersebut di tempat-tempat yang tidak terikat. Maksudnya adalah uang tersebut bisa diambil kapan saja ketika memang dibutuhkan. Berikut ini beberapa rekomendasi instrumen untuk menyimpan dana darurat.

1. Membuka Rekening Tabungan di Bank

Cara untuk menyimpan dana darurat yang pertama adalah dengan menabung di bank. Mengapa? Karena dengan menyimpan uang di bank, kamu dapat mencairkan kapan saja.

Bank juga menjadi salah satu instrumen yang paling tepat, aman, dan mudah diakses. Namun, disarankan untuk memisahkan antara uang tabungan dan dana darurat. Hal tersebut bertujuan untuk lebih disiplin dan komitmen dalam menabung.

Selain itu, bertujuan untuk memisahkan penggunaanya agar dana darurat tidak terus menerus tergerus kebutuhan lain saat berada dalam satu rekening yang sama dengan kebutuhan bulanan. 

2. Menyimpan di Reksadana

Opsi kedua ini bisa kamu lakukan jika tabungan yang ada di rekening sudah mencukupi untuk segala keperluan. Kamu bisa melakukan investasi dengan menyimpan dana darurat di reksadana atau pasar uang.

Jika kamu menyimpannya di reksadana, dana simpanan berpotensi menghasilkan keuntungan. Misalnya kamu melakukan penyimpanan awal sebesar Rp 1 juta, maka bisa berpotensi bertambah 1-10 persen dari total uang yang disimpan.

Namun, kekurangannya adalah jika terjadi penurunan mata uang, maka nilai dana yang kamu simpan juga ikut turun seperti harga pasar mata uang pada saat itu.

3. Tabungan Emas

Saat ini emas menjadi sarana yang cukup bagus dan ideal untuk menyimpan dana darurat. Bahkan sebagian besar orang lebih tertarik untuk menjadikan emas sebagai instrumen investasi dana darurat.

Cara ini sangat menguntungkan karena dari tahun ke tahun harga emas cenderung mengalami kenaikan. Jika suatu saat nanti dana tersebut diperlukan, kamu bisa menjualnya atau bisa menggadaikan emasnya untuk mendapatkan uang tunai.

Menabung dengan instrumen emas ini cukup mudah, karena kamu bisa membeli emas di toko logam mulia secara offline maupun online. Bahkan bisa dicicil dengan sistem metode nabung emas secara online. Tidak harus bulat 1 gram. Malahan bisa dengan nominal mulai dari Rp10.000 saja.

4. Deposito

Deposito juga bisa kamu gunakan sebagai sarana menyimpan dana untuk keadaan darurat. Keuntungan yang akan didapatkan ketika menyimpan di deposito adalah bertambahnya uang setiap bulan dari bunga yang lebih besar daripada tabungan biasa.

Namun, sangat disarankan untuk memilih deposito dengan tenor jangka pendek yang dapat diperpanjang otomatis. Jadi kamu tidak akan terkena penalti (denda) jika suatu saat harus mencairkan dana dalam kondisi mendesak.

Bagaimanapun jika sudah punya penghasilan bulanan, dana darurat wajib disisihkan untuk mengantisipasi kondisi yang tidak diharapkan.

Idealnya dana darurat bisa menutup kebutuhan pokok saja untuk jangka waktu tertentu, bisa 3 bulan, 6 bulan hingga 12 bulan ke depan. 

Namun, jika ternyata pada kenyataannya belum memiliki dana darurat dan kondisi sedang butuh sementara masih sungkan pinjam sama tetangga, keluarga atau kerabat terdekat, kamu tetap bisa menggandalkan layanan fintech dari Kredifazz.

Dengan modal KTP saja, kamu bisa mengajukan pinjaman tunai hingga Rp3 juta tanpa ada survey sama sekali. Proses cepat, bisa dilakukan secara online, pencairannya pun kurang dari 24 jam. Bunga transparan dan tenor juga fleksibel. 

Nah, itulah penjelasan singkat tentang dana darurat dan tempat yang tepat untuk menyimpannya. Semua cara di atas dapat kamu pilih, tapi pastikan sudah sesuai dengan profil risiko yang dimiliki.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *